A.KALIMAT EFEKTIF
Kalimat
efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan penutur/penulisnya
secara tepat sehingga dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula.
Efektif dalam hal ini adalah ukuran kalimat yang memiliki kemampuan menimbulkan
gagasan atau pikiran pada pendengar atau pembaca. Dengan kata lain, kalimat
efektif adalah kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara
secara tepat sehingga pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan
mudah, jelas dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau
pembicaranya.
B.KALIMAT TURUNAN
Dalam kajian bahasa dibedakan unsur bahasa yang sederhana
dan unsur yang kompleks. Dalam morfologi terdapat kata sebagai objek kajian
morfologi yang memiliki sifat yang demikian itu yang disebut sebagai kata dasar
atau kata turunan. Kata Dasar merupakan dasar pembentukan kata turunan, kata
turunan merupakan bentukan dari kata dasar.
Begitu pula dalam sintaksis. Kalimat sebagai objek kajian
sintaksis juga dibedakan atas kalimat dasar dan kalimat turunan, kalimat
tunggal dan kalimat majemuk. Kalimat turunan mencakupi turunan tunggal dan
kalimat turunan majemuk. Kalimat turunan tunggal merupakan kalimat kompleks
yang terdiri atas satu klausa, sedangkan kalimat majemuk merupakan kalimat
kompleks yang terdiri atas dua klausa atau lebih. Jadi istilah dasar dan turunan
dilihat dari peranan dalam pembentukan.
Ciri-Ciri Dari Kalimat Turunan:
· Bersusun
/ majemuk.
· Tidak
sempurna, elips.
· Berbentuk
pertanyaan atau perintah.
· Bersifat
medial, pasif dan negatif.
Jenis
Kalimat Menurut Jumlah Klausanya
Menurut
jumlah klausa pembentuknya, kalimat dapat dibedakan atas dua macam, yaitu
kalimat tunggal, kalimat majemuk atau kalimat turunan.
Kalimat
Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang mempunyai satu
klausa. Karena klausanya yang tunggal maka dinamai kalimat tunggal. Hal itu
juga berarti hanya ada satu P(predikat) di dalam kalimat tunggal. Seperti telah
dijelaskan, unsur S dan P adalah penanda klausa. S dan p selalu wajib dalam
setiap kalimat.
Adapun O, Pel, dan Ket sifatnya tidak wajib hadir di
dalam kalimat, termasuk dalam kalimat tunggal. Kehadiran O, Pel, Ket bergantung
pada P. Jika P masih perlu dilengkapi, barulah unsur yang melengkapi itu
dihadirkan.
Contoh
:
Kami
mahasiswa Indonesia.
Jawaban
anak pintar itu sangat tepat.
Mobil
orang kaya itu ada delapan.
Kalimat tunggal dapt dilengkapi atau diperluas dengan
menambah satu unsur O, Pel, dan Ket. Jadi
kalimat tunggal tidak harus berupa kalimat pendek.
Kalimat
Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang merupakan gabungan
dua atau lebih kalimat tunggal. Hal itu berarti dalam kalimat majemuk terdapat
lebih dari satu klausa.
Perhatikan
contoh diberikut ini.
v
Seorang manajer harus mempunyai wawasan yang luas dan
S
P1
O1
harus
menjunjung tinggi etika profesi .
P2
O2
v Anak-anak bermain layang-layang di halaman kampusketika
S1
P1
O1
Ket
para dosen, karyawan, dan mahasiswa menikmati hari libur
.
S2
P2 O2
Contoh
yang pertama disebut kalimat majemuk setara karena mempunyai dua klausa yang
setara/sejajar.Penanda yang memisahkan klausa dalam kalimat majemuk
setara antara lain konjungsi dan. Contoh yang kedua disebut kalimat
majemuk bertingkat karena klausa yang kedua merupakan perluasan dari klausa
pertama.Penanda yang
memisahkannya adalah konjungtor ketika.
Kalimat
Majemuk Setara
Kalimat
majemuk setara mempunyai ciri :
Dibentuk
dari dua atau lebih kalimat tunggal
Kedudukan
tiap kalimat sederajat
Penghubung Klausa dalam Kalimat Majemuk Setara
|
Jenis
Hubungan
|
Fungsi
|
Kata
Penghubung
|
|
Penjumlahan
|
menyatakan
penjumlahan atau gabungan kegiatan, keadaan, peristiwa, dan proses
|
dan,
serta, baik, maupun
|
|
Pertentangan
|
menyatakan bahwa hal yang dinyatakan dalam klausa
pertama bertentangan dengan klausa kedua
|
tetapi,
sedangkan, bukannya, melainkan
|
|
Pemilihan
|
menyatakan
pilihan di antara dua kemungkinan
|
Atau
|
|
Perurutan
|
menyatakan
kejadian yang berurutan
|
lalu,
kemudian
|
Contoh
kalimat majemuk setara :
Erni
mengonsep surat itu dan Rini mengetiknya.
Muridnya
kaya, tetapi ia sendiri miskin.
Engkau
tinggal disini, atau ikut dengan saya.
Ia
memarkir mobilnya di lantai 3, lalu naik lift ke lantai 7.
Kalimat
Majemuk Bertingkat
Konstruksi kalimat majemuk bertingkat berbeda dengan
kalimat majemuk setara. Perbedaannya terletak pada derajat klausa pembentuknya
yang tidak setara karena klausa kedua merupakan perluasan dari klausa pertama.
Karena itu, konjungtur kalimat majemuk bertingkat juga berbeda dengan konjungtur
kalimat majemuk setara.
Penghubung Klausa dalam Kalimat Majemuk Bertingkat
|
Jenis
Hubungan
|
Kata
Penghubung
|
|
a.
waktu
|
sejak,
sedari, sewaktu, sementara, seraya, setelah, sambil,
sebelum,
ketika, tatkala, hingga, sampai
|
|
b.
syarat
|
jika(lau), seandainya, andaikata, andaikan, asalkan,
kalau, bilamana, manakala
|
|
c.
tujuan
|
agar,
supaya, untuk, biar
|
|
d.
konsesif
|
walau(pun), meski(pun), sekali(pun), biar(pun),
kendati(pun), sungguh(pun)
|
|
e.
pembandingan
|
seperti,
bagaikan, laksana, sebagaimana, daripada, alih-alih,
|
|
f.
sebab/alas an
|
sebab,
karena
|
|
g.
akibat/hasil
|
sehingga,
sampai-sampai, maka
|
|
h.
cara/alat
|
dengan,
tanpa
|
|
i.
kemiripan
|
seolah-olah,
seakan-akan
|
|
j.
kenyataan
|
Padahal,
nyatanya
|
|
k.
penjelasan/ kelengkapan
|
Bahwa
|
Contoh
kalimat majemuk bertingkat:
Dia
datang ketika kami sedang rapat.
Lalu
lintas akan teratur andaikata pemakai jalan berdisiplin
tinggi.
Anda
harus bekerja keras agar berhasil.
Semangat
belajarnya tetap tinggi walaupun usianya sudah lanjut.
Aku
memahaminya sebagaimana ia memahamiku.







0 komentar:
Posting Komentar