Ketika malam yang sunyi itu, aku yang sedang duduk dengan memetik gitar kesayanganku ku merasakan malam itu terasa sepi karena tiada satu bintang pun menghiasi langit. Seketika itu ku merenung. Kemudian ku ambil handphone yang ketika itu juga nampak sepi tiada pesan masuk kabar dari siapapun. Kala itu aku dilanda sesuatu yang mengganjal di pikiranku, dan ku bergegas untuk mengambil sahabat setia ku this kertas dan tinta hitam lalu kutilas bait curahan hatiku,
Tersenyum saat sendu itu,....
Ibarat langit yang mendung
Ku tak tau apa yang harus aku lakukan
Apakah ku hanya diam dan tenggelam dalam kegelapan malam,
Ataukah ku harus berlari jauhi sinar yang selalu menghabisi jiwa ini,
Tersebit kata hatiku untuk bergegas tinggalkan itu
Namun berat yang kurasa,
Terlajur sudah ku bawa busur dan panah untuk mencari klimaksnya
Haruskah ku buang busur panah ini?
Lalu untuk apa ku berlari sejauh ini?
Dimana kutemukan klimaksnya?
Terlarut dalam fikirku ini
Terlalu banyak tanya yang tak kutaui jawabnya,
Mencari-cari jawab yang tak jelas tapi selalu buat hatiku ragu
Keraguan ini menjadi-jadi saat temui jiwa yang membuat hatiku sendu,
Disaat sendu ku tak pernah mampu memperlihatkannya
Pilu ku hingga ku hanya bisa tersenyum,
Senyumku ini yang sangat melukai jiwa ini, :):(
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar