Hai malam?, lagi dan lagi aku ingin bercerita denganmu. Bersama langit yang kelam mungkin benar kau langit yang digambarkan pada lirik lagu peterpan yang pernah ku dengar memang kaulah "langit tak mendengar", lirik lagu itu memang benar dan menyayat jiwa. Sekencang apapun ku berteriak bertanya, sesedih apapun aku menangis mengeluh, dan sesenang apapun aku tertawa bahagia kau pun tetap diam kelam tanpa gambaran ekspresi. Tapi aku suka kau langit denganmu aku pun bisa menatap luas nan jauh. Dengan kau kutemukan banyak keindahan seperti halnya awan putih yang terlihat tenang ataupun awan mendung yang ku gambarkan itu kau sedang murung, dengan kau aku dapat melihat pelangi bahwasannya itu adalah gambaran sebab dunia ini penuh warna, dan dengan kau pun aku dapat melihat matahari, bulan dan bintang bahwasannya mereka indah cerahkan dunia. Dan lagi kau langit dengan kau aku mengerti arti bahwasannya kau tak perlu menjelaskan bahwa kau itu tinggi dari situlah aku memahami jika seseorang ataupun aku jika dianggap tidak baik tak perlu menjelaskan seperti halnya kau langit.
Jadi pagi ini aku ceritakan tentang kau LANGIT :)
Sabtu, 19 Maret 2016
Bait #ndes : "Tentang Kau, Langit?"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar